Indonesia Memajukan Perdagangan dan Kerjasama Strategis dengan Turkiye

Berupaya mencapai volume perdagangan bilateral sebesar 10 miliar dolar AS https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjP4R842OujwJuHkKS2ttAdH03sniJCkc7u4s6Z4pHT7kTUkfQGVE5jqFgooMSpiMEYWCip0lm3j6_TTA0cDlraOFGVGBAaw3A8MWadzQyGfBD2lK9xsSY2U_vnybZexCNN2Lau5FcsFfuMZrdTv-3q5Gi48M_fC_lRghVjnVVEmWYWZgALTyyVGjF2N3MQ/s1920/INFOGRAFIK_Jet_Tempur_KAAN_Turki_Jaga_Langit_RI-2025_06_15-16_33_22_ac050a7345219e333b6c3c8d9d6547a2.jpgInfografis pesawat generasi kelima KAAN Turkiye (Katadata)

Menteri Luar Negeri mengatakan Ankara dan Jakarta siap untuk mengejar kerja sama yang lebih konkret di sektor-sektor kunci kedua negara. Pada hari Rabu bahwa pertemuannya di Indonesia sangat produktif, mencakup berbagai isu mulai dari kerja sama pertahanan dan energi hingga kecerdasan buatan dan industri makanan halal.

Dalam pernyataan yang diunggah di akun media sosial NSosyal setelah kunjungan resminya, Fidan mencatat bahwa diskusi dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Sugiono berfokus pada kerja sama yang sedang berlangsung dan inisiatif bersama di masa depan antara kedua negara.

Setelah kunjungan kami ke Singapura, pertemuan hari ini di mitra strategis kami, Indonesia, sangat produktif dalam hal memajukan agenda multidimensional kami,” kata Fidan.

Menurut Fidan, pembicaraan tersebut membahas kerja sama di bidang industri pertahanan, transportasi, energi, kecerdasan buatan, dan sektor makanan halal, serta langkah-langkah yang dapat lebih memperkuat hubungan bilateral.

Ia mengatakan kedua belah pihak juga meninjau proyek-proyek yang bertujuan untuk mencapai target perdagangan bilateral sebesar 10 miliar dolar AS yang ditetapkan oleh Presiden Recep Tayyip Erdoğan dan Presiden Prabowo Subianto.

Kami mengevaluasi secara detail proyek-proyek yang akan membantu kami mencapai target volume perdagangan sebesar 10 miliar dolar AS,” kata Fidan, menambahkan bahwa visi yang ditunjukkan oleh kedua pemerintah menunjukkan kesiapan mereka untuk mengejar kerja sama yang lebih konkret dan efektif di masa mendatang.

Pada April 2025, Presiden Erdoğan mencatat bahwa mereka membahas langkah-langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan volume perdagangan hingga mencapai target 10 miliar dolar AS secara seimbang dan saling menguntungkan dalam konferensi pers bersama dengan mitranya dari Indonesia, Prabowo Subianto, di mana kedua pemimpin berjanji untuk lebih meningkatkan kerja sama.

Sementara itu, Subianto memuji peran Ankara dalam urusan regional dan mengatakan Indonesia ingin ikut serta dalam proyek KAAN dan kapal selam.

Saya mengundang perusahaan-perusahaan Turki untuk berinvestasi. Sebagai pemimpin Global Selatan dan mitra strategis, Indonesia dan Turki harus memikul tanggung jawab untuk membentuk tatanan global baru,” katanya, dan menambahkan, “Indonesia tertarik untuk berpartisipasi dalam proyek KAAN dan kapal selam.

Diskusi tersebut juga mencakup isu-isu regional dan internasional, khususnya perkembangan di Timur Tengah dan dinamika strategis yang berkembang di kawasan Asia-Pasifik.

Fidan mengatakan kedua pihak bertukar pandangan tentang berbagai isu global dan menegaskan kembali koordinasi erat mereka dalam masalah Palestina.

Ia menekankan bahwa Turki dan Indonesia akan melanjutkan kerja sama intensif mereka sebagai dua negara sahabat yang berbagi nilai dan tujuan yang sama.

  Daily Sabah 


sumber : https://garudamiliter.blogspot.com/

0 Response to "Indonesia Memajukan Perdagangan dan Kerjasama Strategis dengan Turkiye"

Post a Comment