Proxy War dan Masa Depan Kaum Muslimin

Jurnalmuslim.com - Artikel ini kelanjutan dari artikel sebelumnya:
 Proxy War, Perang Gaya Baru Hancurkan Islam
 Sejarah Proxy War | Perang Gaya Baru Hancurkan Islam 

Ada beberapa alasan mengapa Amerika menggunakan perang proxy. Diantaranya:

Pertama, sindrom Vietnam. Kekalahan Amerika dalam perang Vietnam membawa trauma akut bagi para prajurit. Perang yang mengeriknan menewaskan 57.000 prajuritnya Amerika. Akibatnya mereka enggan menerjunkan pasukannya secara langsung.

illustrasi

Dengan proxy war, Amerika tetap dapat menekan umat Islam tampa harus kehilangan prajurit mereka. Umat Islam dibiarkan sibuk untuk memerangi pemerintah boneka, sementra penduduk Amerika dapat menikmati tidur nyenyak di negara mereka sendiri.

Kedua, kemerosotan ekonomi Amerika. Perang yang berkepanjangan yang dihadapi Amerika benar-benar menguras energi dan ekonomi mereka. Memaksa Amerika untuk mengubah taktik perangnya. Di Afganistan misalnya, Amerika seolah tidak mampu keluar dari kubangan lumpuryang mereka gali. Jalan keluar yang paling memungkinkan adalah mengangkat preseden boneka.

Dengan mengankat presiden boneka, setidaknya Amerika mendapat waktu istirah siang. Menghindari ganasnya serangan mujahidin Afganistan. Begitu juga yang mereka lakukan di negeri-negeri kaum musimin lainnya. Para pemimpin boneka dipaksa menjadi orang jahatyang memerangi rakyat mereka sendiri.

Ketiga, menghindari kecaman dunia internasional. Amerika tidak ingin dilihat sebagai negara pengganas yang selalu mengorbarkan api peperangan. Di satu sisi, Amarika tetap ingin menghegemoni dunia Islam, dengan proxy war, Amerika mengontrol para proxy-nya untuk berperang dipihaknya.

Keempat, kebencian warga Amerika terhadap perang. Warga Amerika sangat benci jika anak-anak mereka dikirim untuk berperang. Terlebih untuk sebuah alasan yang tidak jelas. Kekesalan mereka semakin menjadi-jadi ketika menyaksikan banyaknya pesawat kargo yang memulangkan peti mati untuk anak-anak mereka.

Warga Amerika tidak menyukai tindakan terorisme. Namun mereka lebih tidak senang kalau anak-anak mereka yang harus diterjunkan untuk memerangi kelompokyang mereka sebut sebagai teroris tersbut.
Siapa Aktor Proxy War?

Peran proxy (wakil )bisa dimainkan oleh aktor negara maupun non negara.Tergantung siapa yang menjadi musuh kepentingan Barat. Bisa aktor non negara Vs negara, negara Vs non negara, negara Vs negara, atau aktor non negara Vs non negara.

Salah satu contoh proxy non negara Vs negara adalah separatis melawan pemerintahan Indonesia. Kendati Indonesia sedang bekerja untuk kepentingan Barat dalam memerangi teroris, namun di satu sisi Barat menciptakan proxy non negara untuk melemahkan negara Indonesia. Mereka menciptakan OPM dan RMS untuk merongrong pemerintahan dalam negeri. Lepasnya Timur-Timur juga merupakan bagian dari perang proxy Barat atas Indonesia, uja Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Gatot Nurmantyo.

Contoh aktor negara Vs non negara adalah bergabungnya negara-negara dunia untuk melawan aktifis Islam. Sejak George Walker Bush mengumumkan perang terhadap teroris, hampir semau negara menjadi proxy Amerika untuk menghancurkan kebangkitan shahwah al-lslamiyah.

Terkadang Barat juga membentuk proxy non negara untuk melawan aktor non negara. Hal ini dapat terjadi jika pemerintah dalam keaadaan caos. Seperti yang terjadi di Suriah. Barat berusaha membentuk pasukan oposisi yang pro Barat untuk melawan kekuatan mujahidin yang notabenenya juga merupakan aktor non negara.

Diambil dari Majalah An Najah Edisi 126 1 Rojab, Sya'ban 1437 H | Mei 2016

sumber : http://www.jurnalmuslim.com

0 Response to "Proxy War dan Masa Depan Kaum Muslimin"

Post a Comment