Pakai Mesin TF35000 bebas ITAR
Pesawat generasi kelima KAAN Turkiye (TAI)
CEO Turkish Aerospace Industries (TAI/TUSAS) Mehmet Demiroglu menjelaskan tentang penting mengenai proyek Pesawat Tempur Nasional (MMU) KAAN dalam saluran Youtube SAHA Istanbul. Demiroglu menyatakan, prototipe uji pertama KAAN dalam konfigurasi sebenarnya, yang disebut P1, direncanakan melakukan penerbangan perdananya pada akhir April, Mei, atau paling lambat Juni 2026.
Dia menekankan, jet tempur generasi 5 itu mewakili titik balik strategis bagi Turki. "Kami memproduksi total tiga prototipe. P0 adalah pesawat uji teknik dan telah melakukan dua penerbangan. Sekarang, dengan P1, kami memulai uji penerbangan dalam konfigurasi sebenarnya. Pesawat kami akan terbang pada akhir April, Mei, atau paling lambat Juni," ucap Demiroglu dikutip dari Aerohaber.
Dia menjelaskan, aktivitas pengujian KAAN berjalan secara paralel. Menurut Demiroglu, prototipe P2 akan melakukan penerbangan pertama pada akhir 2026 dan prototipe P3 dijadwalkan pada akhir 2026 atau awal 2027.
Dia menggarisbawahi, setiap prototipe menjalani setidaknya dua sampai tiga bulan pengujian darat intensif sebelum penerbangan. Demiroglu menekankan, tidak ada penerbangan yang dilakukan sebelum validasi sistem selesai.
Demiroglu mencatat, mesin F110, yang juga digunakan pada jet F-16, akan diutamakan untuk penerbangan uji Blok 10 KAAN. Dia menambahkan, permintaan Turki kepada Kongres Amerika Serikat (AS) untuk 80 mesin untuk produksi serial belum disetujui.
Demiroglu menyatakan, pengujian akan terus dilakukan menggunakan 10 mesin F110 yang dipasok dari AS. Dia pun menyebut, tujuan jangka panjangnya adalah mesin turbofan TF35000 buatan dalam negeri yang sedang dikembangkan oleh TEI, digunakan untuk KAAN.
Menurut Demiroglu, teknologi mesin adalah salah satu bidang yang paling menantang dalam industri pertahanan. Dia merangkum peta jalan untuk TF35000 yang dikembangkan.
"Untuk TF35000, proses pengujian dan produksi akan dimulai pada tahun 2031. Tujuan kami adalah menyelesaikan mesin pada tahun 2032 dan menyelesaikan sebagian besar integrasi pada tahun yang sama," kata Demiroglu.
Fakta bahwa Demiroglu adalah seorang insinyur mekanik yang sebelumnya bekerja di BMC Power dan TEI membuat penilaiannya tentang pengembangan mesin menjadi lebih penting. Demiroglu menjelaskan, mesin TF35000 direncanakan akan digunakan pada versi KAAN yang akan diekspor ke Indonesia.
Dia membagikan detail proyek penjualan 48 unit jet KAAN ke Indonesia. Di antaranya, total nilai proyek 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp 251,8 triliun. Demiroglu mengungkapkan, fase pertama kontrak ditandatangani di IDEF, Istanbul pada pertengahan 2025 dan fase kedua diteken pada 2026.
Demiroglu menerangkan, pihak Indonesia meminta mesin bebas ITAR, yang berarti mesin sepenuhnya buatan dalam negeri tanpa batasan ekspor. Dia mencatat bahwa pekerjaan terus berlanjut sesuai dengan persyaratan.
"Pernyataan-pernyataan ini menunjukkan bahwa proyek KAAN telah memasuki fase kritis dalam hal pengujian penerbangan, pengembangan mesin, dan potensi ekspor. Penerbangan prototipe konfigurasi nyata pertama dianggap sebagai salah satu tonggak terpenting dalam tujuan Turki untuk mengembangkan pesawat tempur generasi ke-5," jelas Demiroglu.
Pesawat generasi kelima KAAN Turkiye (TAI)CEO Turkish Aerospace Industries (TAI/TUSAS) Mehmet Demiroglu menjelaskan tentang penting mengenai proyek Pesawat Tempur Nasional (MMU) KAAN dalam saluran Youtube SAHA Istanbul. Demiroglu menyatakan, prototipe uji pertama KAAN dalam konfigurasi sebenarnya, yang disebut P1, direncanakan melakukan penerbangan perdananya pada akhir April, Mei, atau paling lambat Juni 2026.
Dia menekankan, jet tempur generasi 5 itu mewakili titik balik strategis bagi Turki. "Kami memproduksi total tiga prototipe. P0 adalah pesawat uji teknik dan telah melakukan dua penerbangan. Sekarang, dengan P1, kami memulai uji penerbangan dalam konfigurasi sebenarnya. Pesawat kami akan terbang pada akhir April, Mei, atau paling lambat Juni," ucap Demiroglu dikutip dari Aerohaber.
Dia menjelaskan, aktivitas pengujian KAAN berjalan secara paralel. Menurut Demiroglu, prototipe P2 akan melakukan penerbangan pertama pada akhir 2026 dan prototipe P3 dijadwalkan pada akhir 2026 atau awal 2027.
Dia menggarisbawahi, setiap prototipe menjalani setidaknya dua sampai tiga bulan pengujian darat intensif sebelum penerbangan. Demiroglu menekankan, tidak ada penerbangan yang dilakukan sebelum validasi sistem selesai.
Demiroglu mencatat, mesin F110, yang juga digunakan pada jet F-16, akan diutamakan untuk penerbangan uji Blok 10 KAAN. Dia menambahkan, permintaan Turki kepada Kongres Amerika Serikat (AS) untuk 80 mesin untuk produksi serial belum disetujui.
Demiroglu menyatakan, pengujian akan terus dilakukan menggunakan 10 mesin F110 yang dipasok dari AS. Dia pun menyebut, tujuan jangka panjangnya adalah mesin turbofan TF35000 buatan dalam negeri yang sedang dikembangkan oleh TEI, digunakan untuk KAAN.
Menurut Demiroglu, teknologi mesin adalah salah satu bidang yang paling menantang dalam industri pertahanan. Dia merangkum peta jalan untuk TF35000 yang dikembangkan.
"Untuk TF35000, proses pengujian dan produksi akan dimulai pada tahun 2031. Tujuan kami adalah menyelesaikan mesin pada tahun 2032 dan menyelesaikan sebagian besar integrasi pada tahun yang sama," kata Demiroglu.
Fakta bahwa Demiroglu adalah seorang insinyur mekanik yang sebelumnya bekerja di BMC Power dan TEI membuat penilaiannya tentang pengembangan mesin menjadi lebih penting. Demiroglu menjelaskan, mesin TF35000 direncanakan akan digunakan pada versi KAAN yang akan diekspor ke Indonesia.
Dia membagikan detail proyek penjualan 48 unit jet KAAN ke Indonesia. Di antaranya, total nilai proyek 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp 251,8 triliun. Demiroglu mengungkapkan, fase pertama kontrak ditandatangani di IDEF, Istanbul pada pertengahan 2025 dan fase kedua diteken pada 2026.
Demiroglu menerangkan, pihak Indonesia meminta mesin bebas ITAR, yang berarti mesin sepenuhnya buatan dalam negeri tanpa batasan ekspor. Dia mencatat bahwa pekerjaan terus berlanjut sesuai dengan persyaratan.
"Pernyataan-pernyataan ini menunjukkan bahwa proyek KAAN telah memasuki fase kritis dalam hal pengujian penerbangan, pengembangan mesin, dan potensi ekspor. Penerbangan prototipe konfigurasi nyata pertama dianggap sebagai salah satu tonggak terpenting dalam tujuan Turki untuk mengembangkan pesawat tempur generasi ke-5," jelas Demiroglu.
sumber : https://garudamiliter.blogspot.com/
0 Response to "Kontrak 48 Jet KAAN Indonesia Rp 251 Triliun"
Post a Comment