Peluang memasok senjata ke Arab Saudi
(Pindad)
PT Pindad telah menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan Saudi Arabian Military Industries Defence Systems (SAMI DS), industri pertahanan Arab Saudi dalam rangkaian kegiatan World Defence Show 2026, di Riyadh Exhibition & Convention Center, Riyadh, Arab Saudi, pada Senin, 9 Februari 2026.
Penandatanganan kerja sama ini dilaksanakan oleh Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, dengan General Manager SAMI Defence Systems, Mansour Qaed Alharbi. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Produksi PT Pindad; Hera Rosmiati, GM Divisi Senjata, Arif Puji Santoso dan Manager Ekspor, Samuel Zefanya.
Agenda kali ini menunjukkan ketangguhan produk PT Pindad yang sudah terlebih dahulu melalui rangkaian uji di Arab Saudi sepanjang tahun 2024-2025. Penandatanganan MoA ini menjadi langkah penting bagi PT Pindad sebagai industri pertahanan Indonesia dalam upaya menjadi bagian dari rantai pasok global.
Dalam keterangan tersebut, dituliskan, untuk pertama kalinya, PT Pindad memperoleh kepercayaan untuk memasok senjata serta terlibat dalam pemanfaatan fasilitas produksi dan alih teknologi guna mendukung program Saudi Vision 2030.
Kerja sama ini membuka peluang bagi produk senjata PT Pindad untuk diproduksi dan dikembangkan di luar Indonesia sekaligus memperkuat diplomasi negara.
Pasokan negara lain
Arab Saudi selama ini dikenal sebagai salah satu importir senjata terbesar di dunia, dengan Amerika Serikat sebagai pemasok utamanya. Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar kebutuhan alutsista Kerajaan Arab Saudi dipenuhi oleh industri pertahanan AS, mulai dari pesawat tempur, sistem pertahanan udara, rudal, hingga kendaraan militer. Ketergantungan ini menjadikan Washington mitra strategis utama Riyadh di sektor pertahanan.
Selain Amerika Serikat, sejumlah negara Eropa juga menjadi pemasok penting. Spanyol dan Prancis tercatat aktif mengekspor peralatan militer ke Arab Saudi, termasuk kapal perang, sistem persenjataan, dan kendaraan tempur.
Inggris pun memiliki sejarah panjang kerja sama pertahanan dengan Riyadh melalui kontrak besar seperti proyek Al-Yamamah yang memasok pesawat tempur dan perlengkapan militer lainnya.
Di luar itu, beberapa negara lain seperti China dan Rusia juga pernah terlibat dalam pasokan persenjataan, meski porsinya jauh lebih kecil dibandingkan AS dan Eropa Barat. Kini, di tengah ambisi Saudi Vision 2030 untuk memperkuat industri pertahanan dalam negeri, Arab Saudi mulai membuka peluang kemitraan baru dengan berbagai negara guna memperluas dan mendiversifikasi sumber pasokannya. ***
(Pindad)PT Pindad telah menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan Saudi Arabian Military Industries Defence Systems (SAMI DS), industri pertahanan Arab Saudi dalam rangkaian kegiatan World Defence Show 2026, di Riyadh Exhibition & Convention Center, Riyadh, Arab Saudi, pada Senin, 9 Februari 2026.
Penandatanganan kerja sama ini dilaksanakan oleh Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, dengan General Manager SAMI Defence Systems, Mansour Qaed Alharbi. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Produksi PT Pindad; Hera Rosmiati, GM Divisi Senjata, Arif Puji Santoso dan Manager Ekspor, Samuel Zefanya.
Agenda kali ini menunjukkan ketangguhan produk PT Pindad yang sudah terlebih dahulu melalui rangkaian uji di Arab Saudi sepanjang tahun 2024-2025. Penandatanganan MoA ini menjadi langkah penting bagi PT Pindad sebagai industri pertahanan Indonesia dalam upaya menjadi bagian dari rantai pasok global.
Dalam keterangan tersebut, dituliskan, untuk pertama kalinya, PT Pindad memperoleh kepercayaan untuk memasok senjata serta terlibat dalam pemanfaatan fasilitas produksi dan alih teknologi guna mendukung program Saudi Vision 2030.
Kerja sama ini membuka peluang bagi produk senjata PT Pindad untuk diproduksi dan dikembangkan di luar Indonesia sekaligus memperkuat diplomasi negara.
Pasokan negara lain
Arab Saudi selama ini dikenal sebagai salah satu importir senjata terbesar di dunia, dengan Amerika Serikat sebagai pemasok utamanya. Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar kebutuhan alutsista Kerajaan Arab Saudi dipenuhi oleh industri pertahanan AS, mulai dari pesawat tempur, sistem pertahanan udara, rudal, hingga kendaraan militer. Ketergantungan ini menjadikan Washington mitra strategis utama Riyadh di sektor pertahanan.
Selain Amerika Serikat, sejumlah negara Eropa juga menjadi pemasok penting. Spanyol dan Prancis tercatat aktif mengekspor peralatan militer ke Arab Saudi, termasuk kapal perang, sistem persenjataan, dan kendaraan tempur.
Inggris pun memiliki sejarah panjang kerja sama pertahanan dengan Riyadh melalui kontrak besar seperti proyek Al-Yamamah yang memasok pesawat tempur dan perlengkapan militer lainnya.
Di luar itu, beberapa negara lain seperti China dan Rusia juga pernah terlibat dalam pasokan persenjataan, meski porsinya jauh lebih kecil dibandingkan AS dan Eropa Barat. Kini, di tengah ambisi Saudi Vision 2030 untuk memperkuat industri pertahanan dalam negeri, Arab Saudi mulai membuka peluang kemitraan baru dengan berbagai negara guna memperluas dan mendiversifikasi sumber pasokannya. ***
sumber : https://garudamiliter.blogspot.com/
0 Response to "Pindad Tandatangani MoA dengan Arab Saudi"
Post a Comment