Jepang Longgarkan Transfer Alutsista

⚓️ Indonesia Disebut jadi Mitra Strategisa Kapal selam oyashio class Jepang, dikabarkan diminati Indonesia (wikipedia)

Pemerintah Jepang telah melakukan perubahan signifikan terhadap kebijakan transfer peralatan dan teknologi pertahanan. Kebijakan baru ini menghapus pembatasan lama yang sebelumnya hanya mengizinkan transfer untuk lima kategori terbatas.

Kelimanya adalah operasi penyelamatan, transportasi, peringatan dini, pengawasan, dan penanggulangan ranjau. Hal ini disampaikan Kuasa Usaha ad interim Jepang untuk Indonesia, Myochin Mitsuru.

Dengan dihapusnya pembatasan tersebut, Jepang kini dapat mentransfer berbagai jenis peralatan pertahanan. Termasuk pesawat tempur dan kapal pengawal, tanpa dibatasi oleh tujuan penggunaan tertentu.

Meski demikian, Myochin menegaskan, setiap transfer tetap akan dievaluasi secara ketat berdasarkan kasus per kasus. Jepang tetap menerapkan mekanisme pengendalian, khususnya untuk memastikan bahwa peralatan yang ditransfer tidak digunakan untuk konflik bersenjata.

Tak hanya itu, Jepang juga akan memastikan peralatan tersebut tidak disalurkan kepada pihak ketiga yang berpotensi menimbulkan instabilitas. Dalam hal ini, transfer hanya dapat dilakukan kepada negara-negara yang memiliki perjanjian kerja sama pertahanan dengan Jepang.

Indonesia merupakan salah satu dari sekitar 17 negara yang memiliki perjanjian tersebut dengan Jepang. Sehingga memungkinkan adanya kerja sama transfer peralatan dan teknologi pertahanan,” ujar Myochin Mitsuru di Jakarta, Kamis, 24 April 2026.

Myochin menambahkan, perubahan kebijakan ini dilatarbelakangi oleh dinamika global. Hal ini, menurutnya, menuntut kerja sama antarnegara dalam menjaga stabilitas keamanan.

Tidak ada negara yang bisa bertahan sendirian. Jadi, kita membutuhkan kerjasama,” ucapnya.

Dalam konteks tersebut, Jepang memandang Indonesia sebagai mitra penting yang memiliki kesamaan pandangan strategis. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan pertahanan kedua negara.

Kendati demikian, langkah ini tidak berarti Jepang meninggalkan prinsip pascaperang sebagai negara yang menjunjung perdamaian. Sebaliknya, menurutnya, penguatan kerja sama pertahanan justru bertujuan untuk mencegah konflik dan menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

 ⚓️  RRI  


sumber : https://garudamiliter.blogspot.com/

0 Response to "Jepang Longgarkan Transfer Alutsista"

Post a Comment