Psawat kepresidenan yang membawa Presiden Prabowo Subianto dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Pangkalan Udara Adisutjipto, Kabupaten Sleman mendapat pengawalan udara dari TNI AU. (Foto/TNI AU)Media asing The Sunday Guardian mengungkapkan sebuah dokumen rahasia pertahanan Amerika Serikat yang menjabarkan rencana untuk mengamankan akses penerbangan menyeluruh bagi pesawat militer Amerika melalui wilayah udara Indonesia.
Kesepakatan tersebut sebagai langkah signifikan dalam memperluas jangkauan operasional A.S. di seluruh Indo-Pasifik.
Disebutkan, konsensus telah terjadi saat pertemuan bulan Februari antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Donald Trump pada Februari 2026 lali di Washington.
Seperti diketahui, Prabowo mengunjungi Washington D.C. pada tanggal 18 hingga 20 Februari 2026 untuk menghadiri Board of Peace Summit.
Selama kunjungan ini, beliau menyetujui proposal untuk mengizinkan izin penerbangan pesawat AS melalui wilayah udara Indonesia dalam pertemuan bilateral dengan Trump, sesuai dengan rincian yang terkandung dalam dokumen rahasia AS.
The Sunday Guardian memaparkan, untuk melaksanakan komitmen ini, Departemen Perang AS mengirimkan dokumen berjudul “Operasionalisasi Penerbangan AS” ke Kementerian Pertahanan Indonesia pada tanggal 26 Februari.
Dokumen tersebut mengusulkan kesepakatan formal yang menyatakan bahwa Indonesia akan mengizinkan pesawat militer AS transit di wilayah udaranya untuk operasi darurat, misi tanggap krisis, dan latihan militer yang disepakati bersama.
Konsensus tersebut kemungkinan besar mempunyai implikasi geopolitik yang lebih luas. Hal ini dapat mengubah keseimbangan mobilitas militer di Asia Tenggara dan dapat berkontribusi pada peningkatan ketegangan strategis, khususnya di tengah persaingan yang sedang berlangsung di antara negara-negara besar di Indo-Pasifik.
Lebih lanjut, di dalam teks dokumen menyatakan bahwa tujuan dari pengaturan ini adalah agar pemerintah Indonesia memberikan izin penerbangan penuh (blanket overflight) bagi pesawat AS yang melewati wilayah udara Indonesia untuk operasi darurat, tujuan tanggap krisis, dan kegiatan terkait latihan yang disepakati bersama.”
Peraturan ini lebih lanjut menetapkan bahwa “pesawat AS dapat transit langsung setelah adanya pemberitahuan hingga pemberitahuan penonaktifan berikutnya oleh Amerika Serikat,” yang secara efektif memungkinkan akses berkelanjutan setelah mekanisme tersebut diaktifkan.
Sistem berbasis pemberitahuan dan bukan izin kasus per kasus, sehingga secara signifikan mengurangi kendala prosedural pada mobilitas militer AS.
Perjanjian ini juga menguraikan mekanisme koordinasi, termasuk hotline langsung antara Angkatan Udara AS di Pasifik dan pusat operasi udara Indonesia, serta saluran komunikasi diplomatik dan militer paralel.
Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin, disebut akan mengunjungi Washington pada tanggal 15 April mendatang, di mana ia diharapkan menandatangani perjanjian dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, yang meresmikan mekanisme tersebut.
The Sunday Guardian menghubungi Departemen Luar Negeri AS, Departemen Perang dan Kementerian Luar Negeri Indonesia serta kantor terkait lainnya untuk memberikan tanggapan terhadap perkembangan ini.
Menurut The Sunday tanggapan belum diterima ketika cerita itu dicetak. “Belum ada konfirmasi publik baik dari Washington maupun Jakarta terkait dokumen tersebut,” bunyi pernyataan tersebut.
Namun, serangkaian peristiwa yang diuraikan dalam naskah tersebut, termasuk persetujuan politik tingkat tinggi, konsensus antar pemerintah, dan jadwal penandatanganan yang akan segera dilakukan, menunjukkan bahwa perjanjian tersebut mendekati finalisasi.
Posisi geografis Indonesia, yang mencakup jalur laut penting dan jalur udara antara Samudera Pasifik dan Hindia, menjadikan wilayah udaranya sangat strategis dan penting untuk penempatan pasukan dan proyeksi kekuatan secara cepat.
Di kawasan Indo-Pasifik, Amerika Serikat telah menetapkan akses pangkalan dan pengaturan penerbangan dengan sekutu utamanya termasuk Australia, Filipina, dan Jepang.
Penambahan Indonesia ke dalam jaringan ini akan memperluas kelangsungan operasional secara signifikan di seluruh kawasan.
sumber : https://garudamiliter.blogspot.com/
0 Response to "Media Asing Sebut Indonesia Berencana Beri Akses Transit (Blanket Overflight) bagi Pesawat Militer AS"
Post a Comment