GMFI Bidik Laba Rp 621,8 Miliar

  Perkuat Bisnis Perawatan Pesawat dan Industri PertahananKetika Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto menginspeksi langsung proses upgrade pesawat C-130 Hercules milik TNI Angkatan Udara di Garuda Maintenance Facility (GMF), Tangerang, Banten (Humas Kemhan)

Anak usaha Garuda Indonesia, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), menargetkan pendapatan tahunan sebesar 542,8 juta dolar Amerika Serikat (AS) pada 2026.

Nilai tersebut setara Rp 9,6 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.716 per dolar AS.

GMFI juga memperkirakan laba bersih mencapai 35,1 juta dolar AS atau setara Rp 621,8 miliar.

Sementara itu kinerja keuangan GMFI pada awal 2026 menunjukkan performa solid. Kinerja tersebut ditopang fundamental operasional yang semakin sehat.

GMFI membukukan laba berjalan sebesar 6,76 juta dolar AS pada kuartal I 2026. Pendapatan usaha perseroan pada periode yang sama mencapai 114,94 juta dolar AS.

Sektor perawatan pesawat komersial masih menjadi salah satu penopang bisnis. GMFI mencatat sejumlah pelanggan lama seperti Korean Air, Vietjet Air, dan Cebu Pacific. Perseroan juga memperluas basis pelanggan baru, seperti One Air, Air Swift, dan Texel Air.

GMFI turut menyelesaikan reaktivasi 13 pesawat Airbus A320 milik Citilink dan dua pesawat Airbus A330 milik Garuda Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari sinergi Garuda Indonesia Group untuk mengoptimalkan kesiapan armada penerbangan nasional.

Sektor pertahanan juga ikut menopang kinerja GMFI. Perseroan menyelesaikan pekerjaan perawatan helikopter Bell 412 hingga unit keempat dan dua pesawat VIP Boeing 737 800.

GMFI juga memperluas kapabilitas industri pertahanan melalui kerja sama strategis dengan Dassault Aviation. Kerja sama tersebut terkait implementasi program Imbal Dagang Kandungan Lokal dan Offset (IDKLO) untuk pesawat Rafale.
 

  ✈️  Kompas  


sumber : https://garudamiliter.blogspot.com/

0 Response to "GMFI Bidik Laba Rp 621,8 Miliar"

Post a Comment