👷 Gendong ratusan mitra lokal di Proyek LD Filipina
Kapal LD ketiga pesanan Filipina dalam penyelesaian (PAL)
Keberhasilan PT PAL Indonesia dalam memenangi kontrak ekspor kapal perang bukan sekadar prestasi di atas kertas atau pencapaian korporasi semata. Industri pertahanan.
Lebih dari itu, proyek pembangunan Landing Dock Philippines (LDP) nomor lambung pertama (#1) kini bertransformasi menjadi motor penggerak utama yang membawa ekosistem industri pertahanan (indhan) nasional naik kelas ke kancah global.
Tidak tanggung-tanggung, dalam menggarap proyek LDP #1 pesanan Angkatan Laut Filipina ini, PT PAL Indonesia melibatkan lebih dari 100 mitra lokal dari berbagai sektor industri pendukung.
Langkah strategis ini diambil guna membangun rantai pasok (supply chain) domestik yang tangguh sekaligus memenuhi standar kualifikasi internasional yang ketat.
Sinergi Menuju Kemandirian Indhan
PT PAL meyakini bahwa penguatan industri maritim dan pertahanan nasional tidak dapat berjalan secara parsial.
Diperlukan sinergi yang berkelanjutan antara galangan kapal utama (main contractor) dan industri pendukung agar tercipta kemampuan nasional yang mandiri, kompetitif, dan berdaya saing global.
Chief Technology & Procurement Officer (CTRO) PT PAL Indonesia, Briljan Gazalba, menegaskan bahwa perusahaan memikul tanggung jawab besar untuk memastikan setiap proyek strategis yang diraih mampu memberikan multiplier effect bagi industri nasional.
“Ketika PT PAL mendapatkan kepercayaan dari pelanggan internasional, maka kepercayaan tersebut harus diterjemahkan menjadi kesempatan bagi industri pendukung nasional untuk tumbuh bersama. Semakin banyak industri lokal berkualitas yang terlibat, semakin kuat pula fondasi industri maritim dan pertahanan Indonesia di masa depan,” ujarnya.
Jembatan UMKM ke Pasar Internasional
Menurut Briljan, proyek ekspor ini menjadi ujian sekaligus ruang akselerasi bagi para mitra lokal.
Melalui pola kemitraan yang berkelanjutan, PT PAL melakukan asistensi ketat terkait peningkatan kualitas, efisiensi, serta standardisasi komponen. Tujuannya jelas, agar produk-produk buatan dalam negeri tidak hanya terserap di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar global.
Dampak positif dari proyek LDP Filipina ini langsung dirasakan di berbagai lini, mulai dari Peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada alutsista laut, Penciptaan lapangan kerja baru di sektor manufaktur dan rekayasa engineering, Transfer teknologi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja transnasional.
Dengan meningkatnya kepercayaan pasar global terhadap produk korporasi asal Surabaya ini, PT PAL berkomitmen penuh untuk terus menjadikan proyek-proyek ekspor strategis sebagai jembatan emas bagi industri lokal agar semakin kompetitif dan mampu berbicara banyak di panggung internasional. (PN)
Kapal LD ketiga pesanan Filipina dalam penyelesaian (PAL)Keberhasilan PT PAL Indonesia dalam memenangi kontrak ekspor kapal perang bukan sekadar prestasi di atas kertas atau pencapaian korporasi semata. Industri pertahanan.
Lebih dari itu, proyek pembangunan Landing Dock Philippines (LDP) nomor lambung pertama (#1) kini bertransformasi menjadi motor penggerak utama yang membawa ekosistem industri pertahanan (indhan) nasional naik kelas ke kancah global.
Tidak tanggung-tanggung, dalam menggarap proyek LDP #1 pesanan Angkatan Laut Filipina ini, PT PAL Indonesia melibatkan lebih dari 100 mitra lokal dari berbagai sektor industri pendukung.
Langkah strategis ini diambil guna membangun rantai pasok (supply chain) domestik yang tangguh sekaligus memenuhi standar kualifikasi internasional yang ketat.
Sinergi Menuju Kemandirian Indhan
PT PAL meyakini bahwa penguatan industri maritim dan pertahanan nasional tidak dapat berjalan secara parsial.
Diperlukan sinergi yang berkelanjutan antara galangan kapal utama (main contractor) dan industri pendukung agar tercipta kemampuan nasional yang mandiri, kompetitif, dan berdaya saing global.
Chief Technology & Procurement Officer (CTRO) PT PAL Indonesia, Briljan Gazalba, menegaskan bahwa perusahaan memikul tanggung jawab besar untuk memastikan setiap proyek strategis yang diraih mampu memberikan multiplier effect bagi industri nasional.
“Ketika PT PAL mendapatkan kepercayaan dari pelanggan internasional, maka kepercayaan tersebut harus diterjemahkan menjadi kesempatan bagi industri pendukung nasional untuk tumbuh bersama. Semakin banyak industri lokal berkualitas yang terlibat, semakin kuat pula fondasi industri maritim dan pertahanan Indonesia di masa depan,” ujarnya.
Jembatan UMKM ke Pasar Internasional
Menurut Briljan, proyek ekspor ini menjadi ujian sekaligus ruang akselerasi bagi para mitra lokal.
Melalui pola kemitraan yang berkelanjutan, PT PAL melakukan asistensi ketat terkait peningkatan kualitas, efisiensi, serta standardisasi komponen. Tujuannya jelas, agar produk-produk buatan dalam negeri tidak hanya terserap di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar global.
Dampak positif dari proyek LDP Filipina ini langsung dirasakan di berbagai lini, mulai dari Peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada alutsista laut, Penciptaan lapangan kerja baru di sektor manufaktur dan rekayasa engineering, Transfer teknologi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja transnasional.
Dengan meningkatnya kepercayaan pasar global terhadap produk korporasi asal Surabaya ini, PT PAL berkomitmen penuh untuk terus menjadikan proyek-proyek ekspor strategis sebagai jembatan emas bagi industri lokal agar semakin kompetitif dan mampu berbicara banyak di panggung internasional. (PN)
sumber : https://garudamiliter.blogspot.com/
0 Response to "PT PAL Dorong Industri Pertahanan Naik Kelas"
Post a Comment