Pesawat Tanker IL-78 MK-90A
IL-78 MK-90A (ROSOBORONEXPORT)
Pemerintah Federasi Rusia melalui agen eksportir senjata negara, ROSOBORONEXPORT, menyatakan telah menerima daftar permintaan resmi (official request) dari Pemerintah Republik Indonesia terkait pengadaan persenjataan dan peralatan militer untuk periode 2025–2030. Salah satunya adalah jet tanker Ilyushin Il-78MK-90A.
Laporan dari media Rusia, www1.ru, menyebutkan portofolio permintaan dari Indonesia mencakup berbagai sistem pertahanan udara dan darat, dengan salah satu item kunci berupa pesawat pengisi bahan bakar di udara tersebut.
Bedah Kemampuan Il-78MK-90A
Masuknya nama Il-78MK-90A dalam daftar belanja pertahanan Indonesia menarik perhatian para analis. Pesawat ini merupakan versi modernisasi mutakhir dari platform legendaris Il-78, yang dibangun berbasis pesawat angkut berat Il-76MD-90A.
Beberapa keunggulan teknis Il-78MK-90A meliputi berbagai hal, termasuk peran gandanya sebagai pesawat tankaer dan angkut berat untuk angkut personel maupun kargo.
Pesawat ditenagai mesin baru PS-90A-76, yang memberikan efisiensi bahan bakar lebih tinggi, jangkauan terbang lebih jauh, serta kapasitas angkut (payload) yang jauh lebih besar dibandingkan varian pendahulunya.
Pesawat Il-76MD-90A dilengkapi dengan sistem pod pengisian bahan bakar modern (UPAZ-1M) yang mampu melayani transfer avtur ke beberapa pesawat tempur secara bersamaan di udara.
Penguat Jangkauan Strategis TNI AU
Kehadiran pesawat tanker kelas berat sangat krusial bagi geografis Indonesia yang membentang luas dari Sabang sampai Merauke. Pesawat mampu melakukan multiplikasi daya jelajah, yaitu menggandakan radius tempur armada jet tempur TNI AU tanpa perlu mendarat untuk pengisian bahan bakar.
Pesawat dapat digunakan untuk mendukung pengamanan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan alur laut kepulauan secara berkala dengan durasi loitering (bertahan di udara) yang jauh lebih lama.
Kerjasama Pertahanan Indonesia-Rusia
Menilik ke belakang, kerja sama teknis-militer antara Jakarta dan Moskow memiliki rekam jejak yang panjang. Indonesia sebelumnya telah mengoperasikan berbagai sistem kesenjataan buatan Rusia, mulai dari jet tempur Su-27SKM dan Su-30MK2, helikopter serang Mi-35M, helikopter angkut Mi-17, hingga kendaraan tempur amfibi BMP-3F untuk Korps Marinir TNI AL.
Langkah pengajuan daftar belanja periode 2025–2030 ini menegaskan komitmen Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas-aktif serta kebijakan diversifikasi alutsista. Indonesia terus menjaga keseimbangan pasokan pertahanan dari berbagai produsen utama dunia demi memperkuat kedaulatan wilayah nasional.
Realisasi dari daftar permintaan ini diperkirakan akan melalui tahap negosiasi teknis, skema pendanaan, serta pembahasan kesepakatan imbal dagang (countertrade) dan transfer teknologi (ToT) sesuai dengan regulasi perundang-undangan pertahanan di Indonesia. (AF)
IL-78 MK-90A (ROSOBORONEXPORT)Pemerintah Federasi Rusia melalui agen eksportir senjata negara, ROSOBORONEXPORT, menyatakan telah menerima daftar permintaan resmi (official request) dari Pemerintah Republik Indonesia terkait pengadaan persenjataan dan peralatan militer untuk periode 2025–2030. Salah satunya adalah jet tanker Ilyushin Il-78MK-90A.
Laporan dari media Rusia, www1.ru, menyebutkan portofolio permintaan dari Indonesia mencakup berbagai sistem pertahanan udara dan darat, dengan salah satu item kunci berupa pesawat pengisi bahan bakar di udara tersebut.
Bedah Kemampuan Il-78MK-90A
Masuknya nama Il-78MK-90A dalam daftar belanja pertahanan Indonesia menarik perhatian para analis. Pesawat ini merupakan versi modernisasi mutakhir dari platform legendaris Il-78, yang dibangun berbasis pesawat angkut berat Il-76MD-90A.
Beberapa keunggulan teknis Il-78MK-90A meliputi berbagai hal, termasuk peran gandanya sebagai pesawat tankaer dan angkut berat untuk angkut personel maupun kargo.
Pesawat ditenagai mesin baru PS-90A-76, yang memberikan efisiensi bahan bakar lebih tinggi, jangkauan terbang lebih jauh, serta kapasitas angkut (payload) yang jauh lebih besar dibandingkan varian pendahulunya.
Pesawat Il-76MD-90A dilengkapi dengan sistem pod pengisian bahan bakar modern (UPAZ-1M) yang mampu melayani transfer avtur ke beberapa pesawat tempur secara bersamaan di udara.
Penguat Jangkauan Strategis TNI AU
Kehadiran pesawat tanker kelas berat sangat krusial bagi geografis Indonesia yang membentang luas dari Sabang sampai Merauke. Pesawat mampu melakukan multiplikasi daya jelajah, yaitu menggandakan radius tempur armada jet tempur TNI AU tanpa perlu mendarat untuk pengisian bahan bakar.
Pesawat dapat digunakan untuk mendukung pengamanan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan alur laut kepulauan secara berkala dengan durasi loitering (bertahan di udara) yang jauh lebih lama.
Kerjasama Pertahanan Indonesia-Rusia
Menilik ke belakang, kerja sama teknis-militer antara Jakarta dan Moskow memiliki rekam jejak yang panjang. Indonesia sebelumnya telah mengoperasikan berbagai sistem kesenjataan buatan Rusia, mulai dari jet tempur Su-27SKM dan Su-30MK2, helikopter serang Mi-35M, helikopter angkut Mi-17, hingga kendaraan tempur amfibi BMP-3F untuk Korps Marinir TNI AL.
Langkah pengajuan daftar belanja periode 2025–2030 ini menegaskan komitmen Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas-aktif serta kebijakan diversifikasi alutsista. Indonesia terus menjaga keseimbangan pasokan pertahanan dari berbagai produsen utama dunia demi memperkuat kedaulatan wilayah nasional.
Realisasi dari daftar permintaan ini diperkirakan akan melalui tahap negosiasi teknis, skema pendanaan, serta pembahasan kesepakatan imbal dagang (countertrade) dan transfer teknologi (ToT) sesuai dengan regulasi perundang-undangan pertahanan di Indonesia. (AF)
sumber : https://garudamiliter.blogspot.com/
0 Response to "Rusia Terima Pengajuan Indonesia untuk Mengakuisisi Pesawat Tanker"
Post a Comment