👷 🤝 Hingga 7 Agustus 2026
Ilustrasi kapal selam Scorpene (Naval Group)
Sebuah sumber dari Kementerian Pertahanan (Kementerian Pertahanan) Indonesia mengkonfirmasi tanggal tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan dari Janes tentang penundaan yang tampaknya terjadi pada tonggak sejarah tersebut.
Perusahaan pembuat kapal Indonesia, PT PAL, mengatakan pada 2 Juli bahwa tonggak sejarah pemotongan baja untuk program kapal selam Scorpene Indonesia telah dimajukan ke Juli 2026 dari target sebelumnya yaitu September 2026.
Sumber Kementerian Pertahanan tersebut menghubungkan penundaan tersebut dengan ketersediaan para pemimpin pertahanan senior termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia Laksamana Muhammad Ali.
Tonggak sejarah ini akan menandai dimulainya secara resmi pembangunan kapal utama dan akan diadakan di fasilitas produksi kapal selam PT PAL di Surabaya.
Program Scorpene Indonesia diformalkan berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada Maret 2024 antara Kementerian Pertahanan, Naval Group, dan PT PAL.
Kontrak tersebut mencakup pengadaan dua kapal selam serang diesel-elektrik Scorpene Evolved (SSK) dan mencakup ketentuan transfer teknologi yang bertujuan untuk membangun kemampuan konstruksi kapal selam dalam negeri di Indonesia.
Kedua kapal tersebut dijadwalkan akan dibangun di Indonesia di fasilitas kapal selam khusus PT PAL, dengan bantuan teknis dari Naval Group.
Program ini secara luas dianggap sebagai salah satu inisiatif kerja sama industri pertahanan paling ambisius yang dilakukan oleh sektor angkatan laut Indonesia.
Kapal selam tersebut akan didasarkan pada desain Scorpene Evolved dari Naval Group, yang menggantikan pengaturan propulsi independen udara tradisional yang ditemukan pada beberapa varian Scorpene sebelumnya dengan baterai lithium-ion berkapasitas tinggi.
Desain ini memiliki bobot perpindahan saat terendam sekitar 2.000 ton, panjang keseluruhan sekitar 70 m, dan awak sekitar 40 orang.
Sebuah sumber dari Kementerian Pertahanan (Kementerian Pertahanan) Indonesia mengkonfirmasi tanggal tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan dari Janes tentang penundaan yang tampaknya terjadi pada tonggak sejarah tersebut.
Perusahaan pembuat kapal Indonesia, PT PAL, mengatakan pada 2 Juli bahwa tonggak sejarah pemotongan baja untuk program kapal selam Scorpene Indonesia telah dimajukan ke Juli 2026 dari target sebelumnya yaitu September 2026.
Sumber Kementerian Pertahanan tersebut menghubungkan penundaan tersebut dengan ketersediaan para pemimpin pertahanan senior termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia Laksamana Muhammad Ali.
Tonggak sejarah ini akan menandai dimulainya secara resmi pembangunan kapal utama dan akan diadakan di fasilitas produksi kapal selam PT PAL di Surabaya.
Program Scorpene Indonesia diformalkan berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada Maret 2024 antara Kementerian Pertahanan, Naval Group, dan PT PAL.
Kontrak tersebut mencakup pengadaan dua kapal selam serang diesel-elektrik Scorpene Evolved (SSK) dan mencakup ketentuan transfer teknologi yang bertujuan untuk membangun kemampuan konstruksi kapal selam dalam negeri di Indonesia.
Kedua kapal tersebut dijadwalkan akan dibangun di Indonesia di fasilitas kapal selam khusus PT PAL, dengan bantuan teknis dari Naval Group.
Program ini secara luas dianggap sebagai salah satu inisiatif kerja sama industri pertahanan paling ambisius yang dilakukan oleh sektor angkatan laut Indonesia.
Kapal selam tersebut akan didasarkan pada desain Scorpene Evolved dari Naval Group, yang menggantikan pengaturan propulsi independen udara tradisional yang ditemukan pada beberapa varian Scorpene sebelumnya dengan baterai lithium-ion berkapasitas tinggi.
Desain ini memiliki bobot perpindahan saat terendam sekitar 2.000 ton, panjang keseluruhan sekitar 70 m, dan awak sekitar 40 orang.
👷 Jane’s
sumber : https://garudamiliter.blogspot.com/
0 Response to "Indonesia Menunda Upacara Steel-Cutting Kapal Selam Scorpene Evolved"
Post a Comment